Perbedaan antara gambar AI biasa dan mahakarya sering kali bermuara pada satu hal: prompt. Seniman AI profesional telah mengembangkan pendekatan sistematis untuk prompt engineering yang secara konsisten menghasilkan hasil yang menakjubkan. Dalam masterclass ini, kami akan mengungkapkan teknik tepat yang mereka gunakan.
Anatomi Prompt Sempurna
Model AI modern seperti FLUX 2.0 dapat memahami prompt kompleks dan terstruktur dengan beberapa lapisan. Berikut framework yang digunakan profesional:
[Subjek Utama] + [Lingkungan] + [Referensi Gaya] +
[Spesifikasi Pencahayaan] + [Parameter Teknis] + [Suasana/Atmosfer]
Mari kita uraikan setiap teknik secara detail.
Teknik 1: Deskripsi Spasial Berlapis
Alih-alih mendeskripsikan adegan Anda sebagai gambar datar, pikirkan dalam istilah lapisan kedalaman:
Prompt dasar:
"A warrior in ruins"
Prompt berlapis:
"A battle-worn samurai warrior (foreground), standing among ancient temple ruins (midground), beneath a stormy sky with lightning strikes (background), volumetric fog between layers"
AI memahami hubungan spasial dan akan menyusun elemen sesuai dengan itu.
Kata Kunci Lapisan:
- Latar depan: "in front", "close to camera", "prominent"
- Latar tengah: "middle distance", "central focus"
- Latar belakang: "distant", "horizon", "far away"
Teknik 2: Kontrol Bobot dengan Penekanan
Sebagian besar platform AI mendukung sintaks penekanan untuk meningkatkan atau mengurangi pentingnya elemen:
Variasi sintaks:
- FLUX/SD:
(detailed eyes:1.3)- penekanan 30% lebih banyak - Midjourney:
detailed eyes::1.3 - DALL-E: Ulangi kata-kata penting atau gunakan huruf kapital
Contoh:
Portrait of a young woman, (piercing blue eyes:1.4),
(flowing red hair:1.2), soft lighting, (sharp focus:1.3)
Panduan Bobot:
| Bobot | Efek |
|---|---|
| 0.5-0.8 | Kehadiran halus |
| 1.0 | Normal |
| 1.2-1.5 | Penekanan kuat |
| 1.6+ | Risiko artefak |
Teknik 3: Prompt Negatif Strategis
Prompt negatif sama pentingnya dengan yang positif. Bangun perpustakaan prompt negatif yang sistematis:
Negatif universal:
blurry, low quality, distorted, deformed, ugly,
duplicate, morbid, mutilated, poorly drawn,
bad anatomy, wrong anatomy, extra limbs,
missing limbs, floating limbs, disconnected limbs,
mutation, mutated, disgusting, watermark, text,
signature, cropped, worst quality, jpeg artifacts
Negatif spesifik berdasarkan kategori:
Untuk potret:
cross-eyed, asymmetric face, bad teeth,
closed eyes (if unwanted), blemishes
Untuk tangan:
extra fingers, fewer fingers, fused fingers,
long fingers, bad hands, mutated hands
Untuk lanskap:
oversaturated, unnatural colors, lens flare (if unwanted),
chromatic aberration
Teknik 4: Penahan Gaya dengan Referensi Seniman
Referensikan seniman atau gerakan seni tertentu untuk menahan gaya Anda:
Referensi langsung:
"in the style of Makoto Shinkai, cinematic lighting"
Referensi gerakan:
"art nouveau illustration, Alphonse Mucha inspired, ornate borders"
Referensi studio:
"Studio Ghibli aesthetic, hand-painted feel, whimsical"
Tips pro: Gabungkan beberapa referensi untuk campuran unik:
"Cyberpunk city, combining Blade Runner aesthetics with Studio Ghibli color palette"
Teknik 5: Optimasi Skala CFG
Skala CFG (Classifier-Free Guidance) menentukan seberapa ketat AI mengikuti prompt Anda:
| Rentang CFG | Terbaik untuk | Karakteristik |
|---|---|---|
| 1-3 | Abstrak, kreatif | Interpretasi sangat longgar |
| 4-7 | Penggunaan umum | Kreativitas seimbang |
| 8-12 | Kontrol presisi | Kepatuhan prompt kuat |
| 13+ | Jarang berguna | Terlalu diproses, artefak |
Formula "Sweet Spot":
- Gambar artistik: CFG 5-6
- Fotorealistis: CFG 6-8
- Banyak teks: CFG 7-10
- Eksperimental: CFG 3-4
Teknik 6: Strategi Pemilihan Sampler
Sampler berbeda menghasilkan hasil berbeda bahkan dengan prompt identik:
Sampler yang direkomendasikan:
| Sampler | Kekuatan | Kasus Penggunaan Terbaik |
|---|---|---|
| DPM++ 2M Karras | Detail, stabilitas | Pilihan default |
| Euler a | Kecepatan, kreativitas | Iterasi cepat |
| DPM++ SDE Karras | Gradien halus | Potret, kulit |
| DDIM | Konsistensi | Pembuatan wajah |
| UniPC | Kecepatan + kualitas | Pekerjaan produksi |
Korelasi langkah:
- 20 langkah: Preview cepat
- 30 langkah: Kualitas bagus
- 50 langkah: Detail maksimum
- 100+ langkah: Hasil berkurang
Teknik 7: LoRA dan Fine-tuning Model
LoRA (Low-Rank Adaptations) menambahkan pengetahuan khusus ke model dasar:
Penggunaan LoRA yang efektif:
<lora:specific_style:0.7> base prompt here
Rekomendasi bobot:
- Mulai dari 0.6-0.7
- Tingkatkan secara bertahap jika efeknya terlalu halus
- Kurangi jika artefak muncul
- Gabungkan beberapa LoRA dengan bobot lebih rendah (masing-masing 0.4-0.5)
Formula penumpukan:
<lora:style_lora:0.5><lora:character_lora:0.6>
Your detailed prompt here
Teknik 8: Arahan Komposisi
Pandu komposisi AI dengan instruksi framing spesifik:
Tipe shot:
- Close-up ekstrem: "ECU, macro shot, filling frame"
- Close-up: "head and shoulders, portrait crop"
- Medium shot: "waist up, cowboy shot"
- Full shot: "full body, head to toe"
- Wide shot: "establishing shot, environmental portrait"
- Extreme wide: "aerial view, vast landscape"
Sudut kamera:
- Eye level: Natural, relatable
- Low angle: Kuat, megah
- High angle: Rentan, overview
- Dutch angle: Tegang, gelisah
- Bird's eye: Serba tahu, fokus pola
- Worm's eye: Dramatis, monumental
Contoh:
Low angle shot, heroic pose, looking up at the subject,
dramatic sky behind, wide angle lens distortion
Teknik 9: Spesifikasi Pencahayaan
Pencahayaan membuat atau menghancurkan gambar. Jadilah spesifik:
Pencahayaan alami:
- Golden hour: hangat, bayangan panjang, nada oranye
- Blue hour: sejuk, ethereal, nada ungu-biru
- Berawan: lembut, menyebar, tanpa bayangan keras
- Siang terik: kontras tinggi, bayangan minimal
Pencahayaan studio:
- Rembrandt: segitiga cahaya di pipi
- Split lighting: setengah wajah tersinari
- Butterfly: bayangan di bawah hidung
- Rim lighting: tepi backlit, efek siluet
Pencahayaan atmosferik:
- Volumetrik: sinar cahaya terlihat, atmosfer berdebu
- Neon: lampu buatan berwarna, pantulan
- Cahaya lilin: hangat, berkedip, intim
Contoh lanjutan:
Portrait with Rembrandt lighting, soft key light from 45 degrees,
subtle fill light, dramatic rim light separating subject from
dark background, catchlights in eyes
Teknik 10: Alur Kerja Penyempurnaan Iteratif
Teknik terpenting: iterasi sistematis.
Fase 1: Konsep (3-5 generasi)
- Prompt sederhana, uji ide inti
- Coba seed berbeda
- Identifikasi arah yang menjanjikan
Fase 2: Kunci Gaya (5-10 generasi)
- Tambahkan spesifikasi gaya
- Kunci seed saat puas
- Iterasi pada detail
Fase 3: Pemolesan (10-20 generasi)
- Fine-tune bobot
- Sesuaikan pencahayaan
- Sempurnakan komposisi
Fase 4: Variasi (5-10 generasi)
- Variasi seed minor
- Eksplorasi alternatif warna
- Hasilkan pilihan untuk keputusan akhir
Template dokumentasi:
Prompt v1: [prompt dasar]
Hasil: [observasi]
Perubahan: [apa yang dicoba selanjutnya]
Prompt v2: [prompt dimodifikasi]
Hasil: [observasi]
...lanjutkan sampai puas
Menyatukan Semuanya: Contoh Lengkap
Mari bangun prompt profesional langkah demi langkah:
Tujuan: Potret ethereal ratu elf
Langkah 1 - Subjek utama:
"An elf queen"
Langkah 2 - Tambahkan detail:
"An elegant elf queen with silver hair and pointed ears"
Langkah 3 - Lingkungan:
"An elegant elf queen with silver hair and pointed ears, standing in an ancient forest throne room"
Langkah 4 - Gaya:
"An elegant elf queen with silver hair and pointed ears, standing in an ancient forest throne room, fantasy art style, inspired by Alan Lee and Brian Froud"
Langkah 5 - Pencahayaan:
"An elegant elf queen with silver hair and pointed ears, standing in an ancient forest throne room, fantasy art style, inspired by Alan Lee and Brian Froud, ethereal backlighting through canopy, volumetric light rays, bioluminescent accents"
Langkah 6 - Teknis + Suasana:
"An elegant elf queen with silver hair and pointed ears, standing in an ancient forest throne room, fantasy art style, inspired by Alan Lee and Brian Froud, ethereal backlighting through canopy, volumetric light rays, bioluminescent accents, regal and mysterious atmosphere, highly detailed, 8K resolution, sharp focus"
Final dengan bobot:
"(elegant elf queen:1.2) with flowing silver hair and delicate pointed ears, standing in an (ancient forest throne room:1.1) with living wood architecture, fantasy art style, inspired by Alan Lee and Brian Froud, (ethereal backlighting:1.3) through forest canopy, volumetric god rays, subtle bioluminescent flora, regal and mysterious atmosphere, highly detailed, 8K resolution, (sharp focus:1.2)"
Prompt negatif:
"modern elements, technology, blurry, bad anatomy, extra limbs, disfigured, poorly drawn face, mutation, deformed, ugly, low quality, worst quality, jpeg artifacts, watermark"
Referensi Cepat: Checklist Prompt
Sebelum menghasilkan, verifikasi prompt Anda mencakup:
- Subjek jelas dengan detail
- Konteks spasial/lingkungan
- Referensi gaya (seniman/gerakan)
- Deskripsi pencahayaan spesifik
- Arahan komposisi/framing
- Kata kunci suasana/atmosfer
- Istilah kualitas teknis
- Bobot yang sesuai
- Prompt negatif komprehensif
Siap menerapkan teknik-teknik ini? Buka CreateIO Studio dan mulai bereksperimen dengan prompt level profesional.



